
Meraka akan melakukan pengecekan kedalam air dan mencari korban di antara reruntuhan jembatan. Para penyelam pun dihimbau untuk berhati-hati, pasalnya sungai Mahakam memiliki arus yang sangat deras di bagian bawah.
Bahkan ada korban yang ditemukan 1 km hingga 12 km ke arah hilir dari lokasi jembatan. Selain itu, para penyelam juga dihadapkan keterbatasan jarak pandang. Alasannya sungai Mahakam yang memiliki kedalam sekitar 50-an meter. "Jarak pandang di dalam air, nol," ujar Kapolda Kaltim Irjen Bambang Widaryatmo.
Para penyelam yang diterjunkan terdiri dari dua penyelam Polisi Air (Pol Air) Polda Kaltim, enam dari Brimob polda Kaltim, empat dari Kopaska (Komando Pasukan Katak), enam penyelam dari Basarnas (Barisan SAR Nasional), dua dari Linmas Kota Bontang. Serta dari perusahaan migas VICO (empat penyelam) dan satu penyelam dari perusahaan tambang Kaltim Prima Coal.
Tidak hanya menerjunkan penyelam profesional, awak tugboat (kapal tunda) Lautan 26 juga dipersiapkan untuk menarik puing jembatan Kutai Kartanegara yang berada di Sungai Mahakam. Dua unit tugboat Lautan 35 dan Lautan 26 direncanakan menarik puing jembatan dari dua sisi berbeda ke arah yang dangkal.
Jembatan gantung terpanjang di Indonesia yang melintasi Sungai Mahakam dan membentang antara Kota Tenggarong dan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Sabtu (26/11/2011) sore runtuh.
Jembatan yang dibangun tahun 1995 dengan panjang total 710 meter tersebut merupakan salah satu penghubung penting jalur lintas darat Tenggarong dengan Samarinda dan Balikpapan, Kalimantan Timur. Sedikitnya empat orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam peristiwa tersebut. (tbn/kmp/jo)
08.39
Orbit99 News
Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar